Blog Archive

Featured Post

Cerpen menarik berjudul ''Si Cici''

Thursday, November 25, 2021

DUNIA BLOGER

 




DUNIA BLOGER

Link Sponsor Click  FB



Menulis ini, sebetulnya menjawab pertanyaan teman-teman yang berniat terjun ke dunia blogger.  Selalu ada saja yang bertanya, gimana dong caranya jadi blogger, ujung-ujungnya minta no WA untuk 'konsultasi'.  Senang aja sih, tapi mereka harus tahu kalau memang segala sesuatu itu tidak bisa instan butuh perjuangan, termasuk menjadi seorang blogger.

Beberapa kali memberi pelatihan cara membuat blog, ujung-ujungnya sih mandeg karena walaupun blog sudah ada tetapi untuk memeliharanya dengan belajar membuat tulisan dengan konten  yang baik dan menarik itu memang butuh perjuangan.  So, menjadi blogger butuh konsistensi ternyata ya, ga bisa ujug-ujug menghasilkan.  Bagusnya sih jangan pernah berharap dulu mendapat penghasilan dari blog karena pasti akan kecewa.  Karena para blogger yang sekarang memonetisasi blog nya dulu nya juga ga pernah berharap dapat uang dari blog.


Banyak tulisan berserakan tentang blogger antara hobi dan profesi, kalau kita search itu di mesin pencari maka bermunculan lah artikel yang relevan tentang blogger, profesi dan hobi.  Meski ada yang masih menganggap blogger sebagai hobi, tapi banyak juga yang sudah menganggapnya sebagai profesi.  Diantara mereka sudah ada yang bisa mendapatkan belasan juta per bulannya.  Bahkan untuk seleb blog konon satu postingan artikel dihargai bisa sampai sepuluh juta.  Hmmm memang menggiurkan ya xixixi.... Kalau saya sih masih menganggap penghasilan yang didapat dari ngeblog sebagai berkah ngeblog..:)


Karena dibalik sebuah blog yang bagus itu ada effort yang cukup besar untuk membangun blog nya hingga bisa menjadi blog yang bermutu.  Harus menulis secara konsisten dengan konten yang menarik, dan itu butuh perjuangan, pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran.  Harus memiliki koneksi internet dan itu tidak gratis, harus berpayah-payah mengumpulkan backlink bermutu hingga memiliki DA dan PA yang tinggi. Dan bila waktu dan tenaga itu digunakan untuk yang lain bisa juga menjadi sesuatu yang lebih produktif.


Untuk para blogger yang sudah memiliki nama, pasti ada perjuangan berat di balik semua itu, mungkin kita sekarang tinggal komen wah besar ya pendapatnya tapi kita tidak tahu perjuangan di balik itu.  Yang pasti perjuangan tidak pernah menghianati hasil, dan itu sudah sunnatullah nya seperti itu.  Hasil insya Allah berbanding lurus dengan pengorbanan dan usaha.

Sebagai blogger terkadang kita juga diundang ke suatu event untuk meliputi acara dan itu butuh pengorbanan waktu, ongkos dan lainnya.  Senjata kita para blogger itu hp dan koneksi internet, kamera ( kalau ini bisa juga kamera hape sih hihi...).   Di tempat acara berlangsung selain memotret, menyiapkan bahan tulisan para blogger pun biasa melakukan share acara melalui media sosial Fesbuk, Twitter dan IG.

Jadinya biasanya seorang blogger itu memiliki follower  Instagram, Fesbuk dan twitter yang cukup banyak. Dan itu juga butuh perjuangan dong, jadi seorang blogger harus membangun dan membuat media sosialnya menjadi media sosial yang hidup.  Artinya dia harus sering meng update medsosnya dengan konten-konten yang menarik.   Nah ini juga perlu dicatat para pemula yang ingin masuk ke dunia blogging.

Jadi mempunyai smartphone alias hape pintar itu penting banget bagi seorang blogger.  Saya juga lagi keteteran nih, hape saya sudah mulai kronis.  Sebetulnya sudah jatuh hati banget sama hape berkah ngeblog yang satu ini tapi mungkin sudah saatnya diganti karena sangat berpengaruh terutama saat-saat ada event blogger.  Untungnya sih ada hape Si Tengah Fathya yang sangat-sangat membantu kala hape saya mulai down di tengah acara live twitt misalnya.  Tapi kan tidak selamanya bisa pinjam seperti ini.

Sekarang mata saya mulai melirik-lirik nih, tiap ada tulisan jual handphone terbaru, mata saya langsung terbuka lebar..hihi... Karena memang mau tidak mau meski susah move on dari hape lama, keberadaan hape baru harus mulai saya incar.  Kalau beli online saya harus membelinya di tempat yang sudah memiliki nama dan terpercaya seperti di Tokopedia misalnya.  Hal ini untuk menghindari hal yang tidak diingainkan saat membeli barang secara online.  Oya di Tokopedia juga kita menjual pulsa ternyata, so Ayo membeli pulsa. yuk :)

Nah ini mungkin yang bisa saya tulis untuk teman-teman yang berniat menjadi blogger, harus tahu dulu Kisah Seru Menjadi Blogger.  So tidak terlalu berharap banyak di awal-awal karena jalannya panjang dan berliku hihi... Jadikanlah terlebih dahulu menulis sebagai hobi yang menyenangkan hingga saat harus membangun blog dengan cara mengisinya melaui tulisan yang bermutu tidak merasa berat atau terbebani. Goodluck..Tetap semangat ya :)


Cuplikan Video








Wednesday, November 24, 2021

SANG PRIMADONA






SANG PRIMADONA

Link Sponsor Click  FB


Tak pernah kulihat wajah sesempurna itu seumur hidupku. Tak pernah sekalipun. Bila aku menutup mataku

akan teringat jelas wajah itu, sepertinya wajah itu telah merekat dan menusuk sangat dalam di pikiranku.

Kemanapun pergi, apapun yang kulakukan, wajah itu akan selalu ada di hadapanku. Terkadang aku tampak

seperti orang bodoh di saat-saat sendiri. Mungkin ada yang berpikir aku ini aneh ya, tepatnya ketika aku

menikmati es krim seorang diri. Saat mulutku terbuka siap menerima sendok perak berisi es krim berwarna

ungu seperti anggur, entah mengapa mendadak bayangan wajah itu muncul di hadapanku. Dia tersenyum

sambil mengucapkan kata “Aku akan selalu dekat denganmu.”


Tidak tahu berapa lama aku mengkhayalkannya, begitu tersadar es krim dalam genggamanku tadi telah

mencair tumpah tepat di depan mulutku tanpa sempat aku memakannya.

Begitu tersadar, aku langsung mengedarkan pandangan ke sekelilingku. Benar saja, seperti yang sempat aku

pikirkan. Pelayan yang menghidangkan es krim tadi memandangku dengan tatapan aneh, juga salah satu

pengunjung berbadan gemuk tersenyum sambil menggeleng-geleng ke arahku.

Aku tadi sempat seperti patung. Sungguh, aku yakin itu tapi berapa lama? Wajahnya memang memiliki daya

 magis yang memikat otakku sampai sejauh ini. Dia memang sempurna.


Pada meja belajarku penuh dengan kumpulan album yang selalu kubuka, semua berisi wajah-wajahnya

yang mempesona, aku juga sangat menyukai lagu-lagunya hingga semua lagu-lagu lama sampai terbaru kini

aku koleksi dalam format kaset dvd. Berawal dari seorang model majalah dewasa, kemudian masuk dapur

rekaman, dan akhirnya menjadi bintang film. Sungguh dia seorang yang multitalenta, aku benar-benar

mengaguminya apalagi wajahnya. Suaranya memang pas-pasan namun entah mengapa aku tetap setia

mengoleksi lagu-lagunya. Setiap kali aku mendengar suara nyanyiannya mataku tidak pernah lepas dari salah

satu poster dirinya saat berada di pantai mengenakan bikini berwarna pink.


Wanita dalam keindahan yang begitu mempesona seperti bidadari surga. Aku tidak peduli meskipun ia pernah

menjadi kekasih orang lain, bahkan sempat foto-fotonya beredar dalam dunia maya karena ulah produsernya,

juga pernah menjadi artis yang diisukan terlihat sangat seksi dan Vulgar namun aku tidak peduli dengan

semua itu. Aku sudah memaafkannya karena wajah indahnya dari Yang Maha Agung. Aku tidak mampu

membanding-bandingkan wajahnya kepada manusia manapun di dunia ini. Cukup melihat wajahnya saja,

duniaku terasa begitu indah dan jauh dari rasa kesepian.


Salah satu album kubuka dan aku memandangnya begitu bangga sampai hampir menangis setiap kali

memandangnya. Aku tersenyum masam dan dirinya tersenyum biasa saja. Hanya inilah foto antara aku dan

dia, ya hanya satu ini dan ini begitu sulit sekali mendapatkannya, karena aku harus mengantri tiga jam

lamanya hanya untuk berpose berdua dengan dirinya.


Aku kecewa sekali ketika itu. Lihat ini, terpampang jelas dari senyumku begitu terpaksa hanya karena aku

ditolaknya untuk mendapatkan dua kali jepret saja. Dia menolak karena cukup terburu-buru untuk dapat

meladeni yang lain. Sekali lagi aku memaafkannya karena wajahnya itu.


Saat aku berjabat tangan dengannya aku langsung mengungkapkan isi hatiku padanya yang telah lama

terpendam. Dan inilah saatnya, seperti harta karun tersimpan lama dan sudah saatnya dibuka agar dapat

dinikmati isinya.

“Bolehkah aku menyentuh wajah kamu?” Begitulah kata yang terucap dari bibirku yang sedikit gemetar.

Ia berujar, “Untuk apa?”

“Aku hanya ingin memiliki wajah seperti kamu?” Aku benar-benar malu saat mengatakannya hingga

jantungku berdebar keras. Sungguh aku berharap sekali dapat menyentuhnya.

“Kamu bisa saja…” Setelah berkata seperti itu tidak sedikit pun kata-kataku tadi dianggapnya serius, untuk

selanjutnya ia malah meminta agar aku cepat pergi dengan alasan ia ingin pergi untuk syuting. “Lihat masih

banyak yang antri.” Katanya tersenyum terpaksa kepadaku.

“Dua kali foto boleh kan?” Kataku memohon.

“Maaf, sesuai prosedur kalau berfotonya hanya sekali saja.” Katanya lagi dengan mimik mulai pura-pura

tidak simpati. Kami pun berfoto dan hasilnya menjadi seperti sekarang tepat di depan mataku kini.


Aku kecewa sekali karena tidak dapat menyentuh wajahnya, namun tetap saja kumaafkan karena wajahnya

itu yang mempesonaku. Suara lain muncul dari dalam diriku, lantas mengatakan, “Aku tidak butuh sentuhan

tanganmu, namun yang kubutuhkan yaitu agar aku dapat menyentuh wajahmu.”


Aku bergegas membeli tiket konser itu. Sungguh beruntung karena aku termasuk seratus orang pertama

pembeli tiketnya, sehingga mendapatkan kaus bergambar. Aku tertawa melihat wajah di pakaian itu ternyata

mirip denganku.


Tidak kurang dalam waktu satu jam ribuan orang telah memenuhi lapangan konser hanya untuk menantikan

wajah fans tercintanya saja termasuklah diriku yang kini bergaya aneh menggunakan syal yang kugunakan

menutup separuh wajahku, topi musim dingin, baju hangat, dan tidak lupa kacamata bening. Aku terlihat

seperti orang yang sedang menghadapi musim penyakit dan sekarang dapat dikatakan aku nampak sekarat

dengan penampilan begini. Kulakukan ini hanya untuk menutupi wajahku saja.


Lampu tiba-tiba padam sejenak lalu kemudian menyala kembali dibarengi dengan tersingkapnya tirai yang

berada di atas panggung. Suara penonton bergemuruh menyaksikan itu, seketika semuanya terdiam karena

tirai yang tersingkap itu tidak nampak apa-apa sedikit pun seperti hanya ruang kosong saja.


Mendadak lampu tembak mengarah kepada para penonton lebih tepatnya ke arahku. Astaga, aku terkejut

bukan main. Aku kini merasa sedang ditelanjangi dan mungkin saja aku akan ketahuan sebentar lagi.

“Bagaimana ini?”

Tidak, tunggu dulu. Sepertinya bukanlah aku yang mereka maksud, tetapi wanita yang tepat berada di

belakangku dengan dandanan yang begitu anggun dan mempesona dalam balutan gaun hitam berenda-renda

seperti bintang yang bersinar.


“Inilah dia yang kita tunggu-tunggu.” Seru pembawa acara dengan penuh semangat. Pembawa acara

langsung menyebut namanya. Nama yang benar-benar tidak asing lagi padaku. Ia maju ke atas panggung

dalam sorotan cahaya lampu tembak bersama lima laki-laki pengawalnya yang berbadan besar. Semua

penonton bergemuruh senang ingin menyentuhnya namun dihalang-halangi kelima orang itu.


Ia terus berjalan dalam balutan kain sutra hitam yang menutupi wajahnya hingga tibalah ia di atas panggung.

Namun sebelum ia menunjukkan wajah jelitanya, mendadak layar yang ada di dekat panggung menyala.

Semua kenangan pada wajah-wajah lamanya diperlihatkan. Penonton sangat histeris menyaksikannya.

Sungguh aku tidak dapat membendung kebahagian ini juga, sehingga aku turut menjerit-jerit

menyaksikannya.

Dan akhirnya ia pun memperlihatkan wajah jelitanya diiringi musik orkestra. “Dramatis sekali,” pikirku.


Kali ini penonton terdengar lebih histeris lagi melihat wajahnya. Aku melihatnya tampak terkejut, sungguh

cantik, sungguh aku begitu terpesona dengan wajah itu. Wajah yang tak asing bagiku, seperti yang berada di

dinding kamarku. poster posterku, termasuk Lukisan di dindingnya semua adalah kamu Primadonaku.......



VIDEO MUSIC PILIHAN