SANG PRIMADONA
Link Sponsor Click FB
Kemanapun pergi, apapun yang kulakukan, wajah itu akan selalu ada di hadapanku. Terkadang aku tampak
ungu seperti anggur, entah mengapa mendadak bayangan wajah itu muncul di hadapanku. Dia tersenyum
sambil mengucapkan kata “Aku akan selalu dekat denganmu.”
Tidak tahu berapa lama aku mengkhayalkannya, begitu tersadar es krim dalam genggamanku tadi telah
mencair tumpah tepat di depan mulutku tanpa sempat aku memakannya.
pikirkan. Pelayan yang menghidangkan es krim tadi memandangku dengan tatapan aneh, juga salah satu
pengunjung berbadan gemuk tersenyum sambil menggeleng-geleng ke arahku.
magis yang memikat otakku sampai sejauh ini. Dia memang sempurna.
Pada meja belajarku penuh dengan kumpulan album yang selalu kubuka, semua berisi wajah-wajahnya
aku koleksi dalam format kaset dvd. Berawal dari seorang model majalah dewasa, kemudian masuk dapur
rekaman, dan akhirnya menjadi bintang film. Sungguh dia seorang yang multitalenta, aku benar-benar
mengaguminya apalagi wajahnya. Suaranya memang pas-pasan namun entah mengapa aku tetap setia
satu poster dirinya saat berada di pantai mengenakan bikini berwarna pink.
semua itu. Aku sudah memaafkannya karena wajah indahnya dari Yang Maha Agung. Aku tidak mampu
membanding-bandingkan wajahnya kepada manusia manapun di dunia ini. Cukup melihat wajahnya saja,
duniaku terasa begitu indah dan jauh dari rasa kesepian.
Salah satu album kubuka dan aku memandangnya begitu bangga sampai hampir menangis setiap kali
memandangnya. Aku tersenyum masam dan dirinya tersenyum biasa saja. Hanya inilah foto antara aku dan
lamanya hanya untuk berpose berdua dengan dirinya.
ditolaknya untuk mendapatkan dua kali jepret saja. Dia menolak karena cukup terburu-buru untuk dapat
meladeni yang lain. Sekali lagi aku memaafkannya karena wajahnya itu.
Saat aku berjabat tangan dengannya aku langsung mengungkapkan isi hatiku padanya yang telah lama
“Bolehkah aku menyentuh wajah kamu?” Begitulah kata yang terucap dari bibirku yang sedikit gemetar.
“Aku hanya ingin memiliki wajah seperti kamu?” Aku benar-benar malu saat mengatakannya hingga
jantungku berdebar keras. Sungguh aku berharap sekali dapat menyentuhnya.
banyak yang antri.” Katanya tersenyum terpaksa kepadaku.
“Dua kali foto boleh kan?” Kataku memohon.
tidak simpati. Kami pun berfoto dan hasilnya menjadi seperti sekarang tepat di depan mataku kini.
Aku kecewa sekali karena tidak dapat menyentuh wajahnya, namun tetap saja kumaafkan karena wajahnya
tanganmu, namun yang kubutuhkan yaitu agar aku dapat menyentuh wajahmu.”
Aku bergegas membeli tiket konser itu. Sungguh beruntung karena aku termasuk seratus orang pertama
Tidak kurang dalam waktu satu jam ribuan orang telah memenuhi lapangan konser hanya untuk menantikan
seperti orang yang sedang menghadapi musim penyakit dan sekarang dapat dikatakan aku nampak sekarat
dengan penampilan begini. Kulakukan ini hanya untuk menutupi wajahku saja.
berada di atas panggung. Suara penonton bergemuruh menyaksikan itu, seketika semuanya terdiam karena
tirai yang tersingkap itu tidak nampak apa-apa sedikit pun seperti hanya ruang kosong saja.
Mendadak lampu tembak mengarah kepada para penonton lebih tepatnya ke arahku. Astaga, aku terkejut
bukan main. Aku kini merasa sedang ditelanjangi dan mungkin saja aku akan ketahuan sebentar lagi.
Tidak, tunggu dulu. Sepertinya bukanlah aku yang mereka maksud, tetapi wanita yang tepat berada di
belakangku dengan dandanan yang begitu anggun dan mempesona dalam balutan gaun hitam berenda-renda
seperti bintang yang bersinar.
“Inilah dia yang kita tunggu-tunggu.” Seru pembawa acara dengan penuh semangat. Pembawa acara
langsung menyebut namanya. Nama yang benar-benar tidak asing lagi padaku. Ia maju ke atas panggung
dalam sorotan cahaya lampu tembak bersama lima laki-laki pengawalnya yang berbadan besar. Semua
penonton bergemuruh senang ingin menyentuhnya namun dihalang-halangi kelima orang itu.
Namun sebelum ia menunjukkan wajah jelitanya, mendadak layar yang ada di dekat panggung menyala.
Semua kenangan pada wajah-wajah lamanya diperlihatkan. Penonton sangat histeris menyaksikannya.
Sungguh aku tidak dapat membendung kebahagian ini juga, sehingga aku turut menjerit-jerit
VIDEO MUSIC PILIHAN
No comments:
Post a Comment